Sabtu, 01 September 2012

Kami dan Kucing


“I like cats very much but not when I am eating…” begitulah bunyi  sebagian guest comment yang ditulis oleh salah seorang  tamu yang menginap di hotel. Ya, di hotel banyak sekali kucing boleh dikatakan begitu karena jumlahnya lebih dari 5 ekor…hmm…atau terlalu berlebihan..baik sebut saja di hotel terdapat beberapa ekor kucing yang berkeliaran di seputar dapur sampai restaurant.

Tidak diketahui secara pasti kapan kucing-kucing ini mulai ada di hotel. Tetapi kehadiran mereka disekitar areal dapur menunggu sisa-sisa makanan yang dibuang atau dengan setia mereka menunggu disekitar meja makan tamu yang ada di restaurant  dengan mudah dijumpai setiap hari. Dan merupakan pemandangan yang biasa apabila ada beberapa kucing yang bersantai di kursi restaurant.

Beberapa tamu sih terlihat menikmati kehadiran kucing-kucing ini disekitar mereka dengan menggendong, membelai dan memberikan makanan. Bahkan ada sepasang suami istri warga negara Swedia yang menjadi tamu langganan di hotel sangat menyayangi kucing-kucing ini. Mereka sangat memperhatikan  kucing-kucing  ini. Disetiap kedatangannya mereka selalu membawa secara khusus susu dan makanan kucing untuk kucing-kucing di hotel. Bagi beberapa karyawan hal ini agak sedikit (sedikit lho ya) membuat iri hehe…”kok ga kita aja ya yang diperhatiin gitu..” begitu kira-kira isi pikiran mereka hehe..

Lambat laun kucing-kucing ini semakin berkembang biak, seringkali di restaurant terlihat seekor induk kucing melenggang santai diikuti oleh anak-anaknya yang masih kecil wah, bertambah lagi nih populasi mereka di hotel. Sampai akhirnya muncullah guest comment di atas tadi. GM segera mengadakan meeting, departemen head terkait dipanggil untuk membicarakan hal ini. Dari dengar pendapat antar GM dan departemen head itu diketahui bahwa sebenarnya kehadiran kucing-kucing yang semakin banyak itu cukup mengganggu khususnya karyawan dapur dan restaurant. Keluar keluhan bahwa sulit sekali menghalau kucing-kucing dari dapur atau yang mengganggu tamu-tamu yang sedang makan di restaurant.

Keesokan harinya keluarlah maklumat GM berupa sayembara memburu kucing dengan imbalan adalah…husss… bukan menikahi anak GM lho..tapi satu kucing = sepuluh ribu rupiah. Hmm..kira-kira gimana ya reaksi karyawan dengan pengumuman yang ditempel di dinding info di kantin karyawan itu? Ruangan kantin yang selalu penuh karyawan pada jam istirahat yang betul-betul dimanfaatkan sejam penuh untuk berisitirahat, sekarang tidak lagi. Waktu makan dan istirahat tidak lebih dari 15 menit dan setelah itu…kosong!!??!! Pada kemana ya… Karyawan yang biasa datang terlambat untuk makan dan istirahat dan harus berebutan tempat duduk yang paling nyaman, sekarang dengan leluasa bisa memilih tempat duduk dimana saja…asyikk, biasanya karyawan cewek nih yang istirahat belakangan. Wah, suasana kemerdekaan  ini  betul-betul dinikmati karyawan cewek dan berharap mudah-mudahan bertahan lama. Eh, kemana karyawan yang lain tadi? Ternyata karyawan yang lain sedang berburu selembar sepuluh ribuan eh maksudnya berburu kucing dengan imbalan sepuluhribuan ;). Seru juga, mereka bekerjasama dengan kompak, ada tim pengintai, ada tim pemburu dan ada tim pembawa karung plastik untuk tempat kucing yang tertangkap.

Berarti hotel bebas kucing dong sekarang..eits nanti dulu. Hampir seminggu areal dapur dan restaurant sepi tanpa kucing yang berkeliaran tapi beberapa hari kemudian sudah mulai ada lagi kucing yang bersantai di dapur dan melenggang di restaurant dan kantin karyawan mulai penuh lagi pada jam istirahat..lho-lho…ga berburu kucing lagi bli? Ternyata perburuan dihentikan secara serentak. Lho kenapa? Apakah maklumat sudah dicabut atau pundi-pundi sudah penuh nih? Berbagai cerita meluncur dari mereka. Sejak acara berburu mereka lakukan banyak kesusahan yang datang.  Ada yang anaknya sakit mendadak, ada yang kehilangan uang, ada yang ban motor pecah ditengah perjalanan, ada yang istrinya ngambek terus..ohh.. enggak yang terakhir ini cuma karangan saya ;) dan macam-macam ‘kesialan’ lain yang mereka alami. Akhirnya mereka sepakat kegiatan berburu kucing harus dihentikan demi ketentraman bersama hehe…

Trus gimana selanjutnya…

Selanjutnya, karyawan menerima kehadiran kucing-kucing di hotel sebagai teman dan sahabat seperjuangan yang sama-sama mencari sesuap nasi demi menyambung hidup. Bagaimana dengan tamu-tamu yang merasa terganggu dengan kucing-kucing itu? Hehe…saya suruh baca tulisan saya ini…enggak lah..kami ceritakan kembali kisah diatas dan sebagian dari mereka mengerti lho. Trus kucing-kucing itu gimana? Nah, atas kebaikan hati dari bapak dan ibu di dapur pada jam-jam tertentu sudah disiapkan jamuan khusus buat mereka di belakang dapur yah, setidaknya mengurangi keinginan mereka berkeliaran di restaurant dengan alasan perut kosong ;)


Kamis, 30 Agustus 2012

Tulisan Pertama

...Bianglala...
Sebuah nama yang akhirnya ku pilih untuk blog ini.
Mengapa?
Layaknya bianglala dengan beranekaragam warna, begitupun kisah yang aku (kami) alami hari demi hari, minggu demi minggu bahkan tahun demi tahun di hotel kami tercinta..