“I like cats very much but not
when I am eating…” begitulah bunyi sebagian guest comment yang ditulis oleh salah
seorang tamu yang menginap di hotel. Ya,
di hotel banyak sekali kucing boleh dikatakan begitu karena jumlahnya lebih
dari 5 ekor…hmm…atau terlalu berlebihan..baik sebut saja di hotel terdapat
beberapa ekor kucing yang berkeliaran di seputar dapur sampai restaurant.
Tidak diketahui secara pasti
kapan kucing-kucing ini mulai ada di hotel. Tetapi kehadiran mereka disekitar areal
dapur menunggu sisa-sisa makanan yang dibuang atau dengan setia mereka
menunggu disekitar meja makan tamu yang ada di restaurant dengan mudah dijumpai setiap hari. Dan
merupakan pemandangan yang biasa apabila ada beberapa kucing yang bersantai di
kursi restaurant.
Beberapa tamu sih terlihat
menikmati kehadiran kucing-kucing ini disekitar mereka dengan menggendong,
membelai dan memberikan makanan. Bahkan ada sepasang suami istri warga negara
Swedia yang menjadi tamu langganan di hotel sangat menyayangi kucing-kucing
ini. Mereka sangat memperhatikan kucing-kucing
ini. Disetiap kedatangannya mereka selalu membawa secara khusus susu dan
makanan kucing untuk kucing-kucing di hotel. Bagi beberapa karyawan hal ini
agak sedikit (sedikit lho ya) membuat iri hehe…”kok ga kita aja ya yang
diperhatiin gitu..” begitu kira-kira isi pikiran mereka hehe..
Lambat laun kucing-kucing ini
semakin berkembang biak, seringkali di restaurant terlihat seekor induk kucing
melenggang santai diikuti oleh anak-anaknya yang masih kecil wah, bertambah
lagi nih populasi mereka di hotel. Sampai akhirnya muncullah guest comment di
atas tadi. GM segera mengadakan meeting, departemen head terkait dipanggil
untuk membicarakan hal ini. Dari dengar pendapat antar GM dan departemen head
itu diketahui bahwa sebenarnya kehadiran kucing-kucing yang semakin banyak itu cukup
mengganggu khususnya karyawan dapur dan restaurant. Keluar keluhan bahwa sulit
sekali menghalau kucing-kucing dari dapur atau yang mengganggu tamu-tamu yang
sedang makan di restaurant.
Keesokan harinya keluarlah
maklumat GM berupa sayembara memburu kucing dengan imbalan adalah…husss… bukan
menikahi anak GM lho..tapi satu kucing = sepuluh ribu rupiah. Hmm..kira-kira
gimana ya reaksi karyawan dengan pengumuman yang ditempel di dinding info di
kantin karyawan itu? Ruangan kantin yang selalu penuh karyawan pada jam
istirahat yang betul-betul dimanfaatkan sejam penuh untuk berisitirahat,
sekarang tidak lagi. Waktu makan dan istirahat tidak lebih dari 15 menit dan
setelah itu…kosong!!??!! Pada kemana ya… Karyawan yang biasa datang terlambat
untuk makan dan istirahat dan harus berebutan tempat duduk yang paling nyaman,
sekarang dengan leluasa bisa memilih tempat duduk dimana saja…asyikk, biasanya
karyawan cewek nih yang istirahat belakangan. Wah, suasana kemerdekaan ini
betul-betul dinikmati karyawan cewek dan berharap mudah-mudahan bertahan
lama. Eh, kemana karyawan yang lain tadi? Ternyata karyawan yang lain sedang
berburu selembar sepuluh ribuan eh maksudnya berburu kucing dengan imbalan
sepuluhribuan ;). Seru juga, mereka bekerjasama dengan kompak, ada tim
pengintai, ada tim pemburu dan ada tim pembawa karung plastik untuk tempat
kucing yang tertangkap.
Berarti hotel bebas kucing dong
sekarang..eits nanti dulu. Hampir seminggu areal dapur dan restaurant sepi
tanpa kucing yang berkeliaran tapi beberapa hari kemudian sudah mulai ada lagi
kucing yang bersantai di dapur dan melenggang di restaurant dan kantin karyawan
mulai penuh lagi pada jam istirahat..lho-lho…ga berburu kucing lagi bli? Ternyata
perburuan dihentikan secara serentak. Lho kenapa? Apakah maklumat sudah dicabut
atau pundi-pundi sudah penuh nih? Berbagai cerita meluncur dari mereka. Sejak acara
berburu mereka lakukan banyak kesusahan yang datang. Ada yang anaknya sakit mendadak, ada yang kehilangan
uang, ada yang ban motor pecah ditengah perjalanan, ada yang istrinya ngambek
terus..ohh.. enggak yang terakhir ini cuma karangan saya ;) dan macam-macam
‘kesialan’ lain yang mereka alami. Akhirnya mereka sepakat kegiatan berburu
kucing harus dihentikan demi ketentraman bersama hehe…
Trus gimana selanjutnya…
Selanjutnya, karyawan menerima
kehadiran kucing-kucing di hotel sebagai teman dan sahabat seperjuangan yang
sama-sama mencari sesuap nasi demi menyambung hidup. Bagaimana dengan tamu-tamu
yang merasa terganggu dengan kucing-kucing itu? Hehe…saya suruh baca tulisan
saya ini…enggak lah..kami ceritakan kembali kisah diatas dan sebagian dari
mereka mengerti lho. Trus kucing-kucing itu gimana? Nah, atas kebaikan hati
dari bapak dan ibu di dapur pada jam-jam tertentu sudah disiapkan jamuan khusus
buat mereka di belakang dapur yah, setidaknya mengurangi keinginan mereka
berkeliaran di restaurant dengan alasan perut kosong ;)
semangat bro.... sis.. semuanya...!!!
BalasHapusjangan lemot....
itu biasa ........
salam,
Thanks Pak Tony :)
BalasHapushahahaha,,, aduh ibuq ini penulis juga ternyata,,.,
BalasHapusceritanya simpel and santai untuk di baca ( kayak disuruh koment aja ya jadinya,,, hahaha..) seru bu critanya,, i do like it,,
Haha...tks Adam...
BalasHapus